Bagi banyak siswa, Market Day adalah momen yang sangat mendebarkan karena mereka harus mempraktikkan langsung ilmu ekonomi yang selama ini hanya dipelajari di dalam kelas. Salah satu aspek yang paling menantang sekaligus memuaskan adalah saat harus hitung laba atau kerugian dari hasil dagangan mereka. Memahami cepat-nya perputaran uang di pasar sekolah menuntut ketelitian dan kejujuran dalam mencatat setiap transaksi. Melalui kegiatan ini, sekolah memberikan simulasi nyata bagaimana mengelola modal dan memaksimalkan pendapatan dari produk pertanian yang telah mereka olah sendiri.
Langkah pertama dalam cara menghitung keuntungan adalah dengan mencatat seluruh biaya pengeluaran yang telah dikeluarkan sejak awal produksi. Siswa harus mulai disiplin mencatat setiap pengeluaran, mulai dari pembelian bibit, pupuk organik, hingga kemasan menarik yang digunakan untuk bumbu atau jus hasil kebun. Sering kali, siswa lupa bahwa biaya kemasan dan stiker juga merupakan bagian dari modal. Oleh karena itu, guru pendamping harus menekankan pentingnya transparansi dalam pembukuan sejak tahap persiapan.
Setelah total modal diketahui, langkah berikutnya adalah menentukan harga jual yang kompetitif. Di sinilah siswa belajar tentang break-even point atau titik impas, yaitu kondisi di mana pendapatan sama dengan total biaya yang dikeluarkan. Mereka belajar bahwa jika mereka menjual terlalu murah, mereka tidak akan mendapatkan laba, namun jika terlalu mahal, pembeli mungkin akan berpaling. Proses menentukan harga ini melibatkan riset sederhana, misalnya dengan bertanya kepada teman atau guru mengenai harga yang menurut mereka wajar untuk sebuah produk pertanian olahan.
Saat penjualan berlangsung, setiap uang yang masuk harus dicatat secara rapi. Penggunaan nota atau buku kas sederhana sangat dianjurkan untuk meminimalisir kesalahan hitung. Siswa diajarkan bahwa akurasi adalah bentuk integritas dalam berwirausaha. Jika ada selisih uang, mereka belajar untuk melakukan evaluasi kembali terhadap setiap transaksi yang terjadi. Pengalaman menghadapi ketidaksesuaian jumlah uang inilah yang justru memberikan pelajaran berharga tentang betapa pentingnya ketelitian dalam mengelola keuangan usaha, sekecil apa pun skalanya.