Air adalah nyawa bagi sektor pertanian, namun ketergantungan pada air permukaan sering kali membuat petani rentan saat musim kemarau panjang tiba. Menyadari tantangan ini, platform Tanam Maju memperkenalkan sebuah sistem yang sangat krusial namun sering terlupakan, yaitu Manajemen Akuifer. Akuifer adalah lapisan batuan atau sedimen di bawah permukaan tanah yang mampu menyimpan dan mengalirkan air dalam jumlah besar. Dengan mengelola zona penyimpanan air alami ini, TanamMaju berupaya menciptakan kemandirian air bagi para petani agar ladang mereka tetap produktif tanpa merusak keseimbangan hidrologis lingkungan sekitarnya.
Langkah pertama yang dilakukan dalam strategi TanamMaju adalah memetakan titik-titik akuifer di area pertanian. Pengelolaan air yang cerdas tidak hanya soal bagaimana cara mengambilnya, tetapi bagaimana cara mengisinya kembali secara berkelanjutan. Di area ladang, tim pengembang membangun sistem sumur resapan dan recharge area yang dirancang untuk menangkap air hujan dan menyalurkannya kembali ke dalam tanah. Melalui metode ini, sekolah pertanian dan komunitas petani belajar bahwa tanah bukan hanya tempat menanam, melainkan sebuah tangki penyimpanan air raksasa yang harus dijaga agar tidak kering atau mengalami penyusutan volume secara permanen.
Fokus utama dari program ini adalah untuk jaga cadangan air tanah agar tetap stabil sepanjang tahun. Pengambilan air tanah secara masif melalui pompa dalam tanpa adanya manajemen pengisian kembali dapat menyebabkan penurunan permukaan tanah (land subsidence) dan intrusi air laut. Dengan teknologi sensor kelembapan dan pemantauan level air tanah yang terintegrasi dengan aplikasi, petani dapat mengukur seberapa banyak air yang boleh diekstraksi tanpa mengganggu kapasitas regenerasi alami akuifer tersebut. Hal ini memberikan rasa aman bagi masa depan pertanian karena sumber daya utama mereka dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.
Implementasi manajemen ini di area ladang juga melibatkan penggunaan tanaman penutup tanah atau cover crops. Tanaman ini berfungsi untuk meningkatkan porositas tanah sehingga air hujan tidak mengalir sia-sia menjadi limpasan permukaan yang menyebabkan erosi, melainkan meresap perlahan menuju lapisan akuifer. TanamMaju menekankan bahwa setiap tetes air yang jatuh di atas lahan adalah aset berharga. Edukasi mengenai tata kelola air ini mengubah paradigma petani tradisional yang biasanya hanya menunggu hujan menjadi petani modern yang proaktif dalam mengelola cadangan air mandiri di bawah tanah mereka sendiri.