Setelah pH tanah stabil, langkah selanjutnya adalah mengembalikan unsur hara melalui pemberian bahan organik secara masif. Penggunaan kompos atau pupuk kandang yang telah matang sempurna berfungsi untuk memperbaiki struktur fisik tanah yang tadinya padat menjadi lebih remah dan berpori. Bahan organik bertindak seperti spons yang mampu mengikat air dan nutrisi lebih lama di dalam tanah. Selain itu, bahan organik menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme tanah seperti cacing dan bakteri pengurai yang sangat berjasa dalam memproses nutrisi agar siap saji bagi tanaman. Lahan yang kaya akan bahan organik adalah lahan yang memiliki sistem imun alami yang kuat.
Integrasi tanaman penutup tanah atau cover crops juga menjadi bagian penting dalam memperbaiki kondisi tanah yang sudah rusak. Menanam tanaman dari keluarga leguminosa (kacang-kacangan) di sela-sela musim tanam utama sangat efektif untuk mengikat nitrogen bebas dari udara dan memasukkannya kembali ke dalam bumi melalui bintil-bintil akarnya. Metode ini jauh lebih murah dan berkelanjutan dibandingkan mengandalkan urea secara berlebihan. Selain itu, mulsa alami dari sisa-sisa tanaman yang dibiarkan membusuk di permukaan lahan akan melindungi tanah dari erosi dan penguapan air yang terlalu cepat akibat paparan sinar matahari langsung.
Penggunaan unsur hara agen hayati atau mikrobia penyubur juga kini menjadi tren dalam pertanian modern yang berkelanjutan. Bakteri seperti Rhizobium, Azotobacter, dan jamur Mikoriza dapat membantu tanaman menjangkau nutrisi yang letaknya jauh di dalam tanah atau yang sulit larut. Penambahan mikroba ini seolah-olah memberikan “tim bantuan” tambahan bagi akar tanaman untuk mencari makan. Dalam jangka panjang, kehadiran organisme ini akan membuat tanah kembali hidup dan subur secara alami tanpa perlu ketergantungan penuh pada input kimia dari luar yang harganya terus melambung tinggi.
Kesadaran untuk memulihkan lahan yang sudah jenuh memang membutuhkan waktu dan kesabaran, karena tanah yang rusak selama bertahun-tahun tidak bisa sembuh dalam satu malam. Namun, dengan konsistensi dalam menerapkan praktik pertanian yang ramah lingkungan, petani akan merasakan manfaatnya berupa efisiensi biaya produksi dan hasil panen yang lebih berkualitas. Tanah yang sehat adalah warisan terbaik yang bisa kita berikan untuk generasi mendatang. Inilah esensi dari kemajuan yang sebenarnya, yaitu bertani dengan cara menghormati siklus alam demi keberlangsungan hidup manusia yang lebih baik dan lebih sejahtera.